← Kembali ke Artikel
Perencanaan Perpustakaan 1 menit baca

Buku Fiksi vs Nonfiksi untuk Perpustakaan SD: Bagaimana Membaginya?

Cara memikirkan komposisi buku fiksi dan nonfiksi untuk perpustakaan SD berdasarkan tujuan, jenjang, minat, dan penggunaan.

Ditulis oleh Tim Penerbit Luxima

Perpustakaan SD tidak perlu memilih antara fiksi atau nonfiksi secara mutlak. Keduanya melayani cara belajar yang berbeda: fiksi membuka imajinasi dan percakapan, sedangkan nonfiksi membantu siswa mencari informasi dan memahami dunia.

Mulai dari fungsi dan pembaca

Periksa apakah kelas membutuhkan cerita untuk membaca nyaring, buku pengetahuan untuk pertanyaan, atau variasi bacaan untuk waktu bebas. Gunakan jenjang dan data peminjaman untuk menyesuaikan komposisi, bukan angka yang kaku.

Bandingkan Fiksi Anak dan Sains & Pengetahuan, lalu susun shortlist di katalog.

Strategi membagi buku fiksi dan nonfiksi di perpustakaan SD

Fiksi dan nonfiksi melayani kebutuhan berbeda. Fiksi membuka imajinasi dan percakapan, sedangkan nonfiksi membantu siswa mencari informasi dan memahami dunia. Komposisi perlu mengikuti tujuan dan pembaca.

Mulai dari fungsi koleksi

Periksa kebutuhan membaca nyaring, waktu bebas, pertanyaan sains, program karakter, budaya, Islami, serta bacaan untuk kelas bawah dan kelas tinggi. Gunakan data peminjaman dan masukan guru sebelum membeli.

  • Audit tema, jenjang, dan tingkat tantangan.
  • Bedakan jumlah judul dari jumlah eksemplar.
  • Sediakan pilihan mandiri dan bersama.
  • Rotasikan meja rekomendasi.
  • Catat respons siswa untuk kurasi berikutnya.

Langkah berikutnya

Gunakan Jelajahi Buku, cek katalog, dan konsultasikan celah koleksi.

Bacaan Berikutnya

Artikel Terkait

Keranjang 0

Keranjang masih kosong.
Tambahkan buku pilihan Anda.